
Permintaan listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan ekspansi sektor industri yang semakin pesat. Konsumsi listrik per kapita menunjukkan tren kenaikan, mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi di berbagai sektor. Namun, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata kawasan, membuka peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan energi melalui optimalisasi energi baru terbarukan (EBT).
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti yang terdiri atas Ir. Lukman Subekti, Ir. Ahmad Adhiim M., Ir. Candra Febri N., Ir. Atikah Surriani, serta laboran dan mahasiswa yakni ; Eko Haryono, Raditya Jayeswara, Abdan Sirajudin mengembangkan kerangka perencanaan tekno-ekonomi terpadu untuk mengoptimalkan integrasi antara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS). Model ini mempertimbangkan pembebanan sistem dan produksi energi surya per jam untuk menentukan konfigurasi kapasitas yang paling efisien dalam meningkatkan pemanfaatan energi listrik nasional.
Hasil studi menunjukkan bahwa untuk menyupali suatu beban kebutuhan PLTS dan Baterai pada load factor mendekati 1 akan lebih besar, dikarenakan kebutuhan sistem untuk menyuplai beban flat. Namun kenaikan ini akan meningkatkan pemanfaatan energi sekaligus efisiensi biaya, dengan penurunan Levelized Cost of Energy (LCOE) hingga sekitar 3% dibandingkan kondisi dasar. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan faktor pemanfaatan (load factor) melalui integrasi penyimpanan energi dapat menekan biaya produksi listrik dan memperkuat keandalan sistem tenaga. Lebih jauh, hasil riset ini juga memperlihatkan bagaimana pertumbuhan kebutuhan energi di sektor industri dapat menjadi peluang strategis untuk memperluas peran EBT dalam mendukung transformasi industri hijau dan pencapaian target Net Zero Emission 2060.
Rencana pengembangan selanjutnya akan berfokus pada pemodelan spasial potensi EBT, optimasi interkoneksi jaringan antar wilayah, serta analisis mendalam peran BESS dalam sistem operasi nasional. Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi komprehensif bagi perencanaan sistem energi nasional yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian ini menjadi bagian dari rangkaian riset menuju energi bersih dan berkeadilan, mendukung pencapaian SDGs 7 (Affordable and Clean Energy) dan SDGs 13 (Climate Action), serta komitmen Indonesia dalam membangun masa depan energi rendah karbon berbasis inovasi dan teknologi.