
Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) Universitas Gadjah Mada dengan bangga mengapresiasi capaian mahasiswa TRE dalam ajang National Electrical Power System Competition (NESCO) 2026. Kompetisi nasional ini mengangkat tema “Strategic Pathways, Policies, and Power System Innovations for National Transformation through Green Electricity” sebagai wadah pengembangan gagasan inovatif di bidang sistem tenaga listrik dan transisi energi berkelanjutan. Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil menunjukkan kemampuan analisis dan perencanaan sistem tenaga melalui karya ilmiah yang berfokus pada pengembangan sistem kelistrikan berbasis energi baru terbarukan.
Tim yang terdiri atas Amir Fren Afrizal (TRE23) sebagai ketua, bersama Fa’iq Al-Baihaqi (TRE23) dan Callysta Nova O. (TRE23), mengusung paper berjudul “Analisis Perencanaan Sistem Tenaga Listrik Pulau Nesconusa dengan Mempertimbangkan Target Bauran Energi Baru Terbarukan 100% dan Aspek Tekno-Ekonomi.” Paper tersebut membahas perencanaan sistem tenaga listrik jangka panjang pada Pulau Nesconusa dengan target pencapaian bauran energi terbarukan sebesar 100%. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek teknis sistem tenaga, keandalan operasi, serta kelayakan ekonomi dalam mendukung transformasi energi hijau secara berkelanjutan. Tim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Raditya Jayecwara (TRE22) yang telah membimbing serta mendampingi tim selama proses penyusunan paper,

Dalam kajian tersebut, tim melakukan analisis load forecasting, Generation Expansion Planning (GEP), dan Transmission Expansion Planning (TEP) untuk menentukan kebutuhan pembangkit dan pengembangan jaringan transmisi pada sistem kelistrikan pulau. Selain itu, integrasi pembangkit energi terbarukan seperti PLTS, PLTB, dan pembangkit berbasis energi bersih lainnya dianalisis dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas frekuensi, profil tegangan, serta keandalan sistem. Untuk menjaga kestabilan sistem dengan penetrasi energi terbarukan yang tinggi, tim juga mengkaji penerapan Battery Energy Storage System (BESS) berbasis Grid-Forming inverter serta skema pertahanan sistem seperti Under Frequency Load Shedding (UFLS), Under Voltage Load Shedding (UVLS), dan controlled islanding.
Seluruh proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak DIgSILENT PowerFactory melalui simulasi aliran daya, analisis kontingensi N-1, analisis hubung singkat, stabilitas tegangan, serta respons frekuensi sistem. Pendekatan tersebut digunakan untuk memastikan bahwa sistem tenaga listrik yang dirancang tidak hanya mampu mencapai target energi terbarukan 100%, tetapi juga tetap memenuhi aspek keamanan, keandalan, dan kelayakan operasional dalam jangka panjang.

Pada tahap final kompetisi, tim mempresentasikan hasil kajian di hadapan dewan juri yang terdiri atas Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU., QRMP., QCRO., QRGP. selaku Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PT PLN (Persero), Deri Prasetio Utomo selaku General Manager PLN UID DIY, serta Prof. Ir. Sarjiya, M.T., Ph.D., IPU. yang merupakan Guru Besar dan pakar sistem tenaga listrik Universitas Gadjah Mada. Presentasi dilakukan secara sistematis dengan menampilkan hasil simulasi teknis, analisis tekno-ekonomi, serta strategi pengembangan sistem tenaga berbasis energi hijau.
Partisipasi dalam NESCO 2026 menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengembangkan kemampuan riset, analisis sistem tenaga, serta komunikasi ilmiah di tingkat nasional. Keikutsertaan ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pengembangan inovasi sistem tenaga listrik yang adaptif terhadap tantangan transisi energi dan keberlanjutan. Diharapkan, kajian yang dikembangkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi ketenagalistrikan di Indonesia.