9
Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis pada kebutuhan industri nyata. Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut, sejumlah dosen TRE melaksanakan kunjungan industri resmi ke fasilitas manufaktur Schneider Electric Cikarang yang berlokasi di Kawasan EJIP, Cikarang Selatan, pada Rabu (06/05/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis prodi dalam melakukan pemutakhiran wawasan teknologi dan penguatan kerja sama antara akademisi dengan praktisi industri global.
Hadir dalam delegasi kunjungan tersebut antara lain Ir. Candra Febri Nugraha, S.T., M.Eng., Ir. Ahmad Adhiim Muthahhari, S.T., M.Eng., IPM, serta Alvin Harista Rahman, S.Tr.T., M.T. Kehadiran tim dosen ini bertujuan untuk mengobservasi secara langsung implementasi teknologi manajemen energi dan sistem otomasi industri terbaru yang diterapkan oleh Schneider Electric sebagai salah satu pemimpin pasar dalam transformasi digital dan efisiensi energi di dunia.

Selama kegiatan berlangsung, tim dosen diajak untuk melihat secara mendalam proses produksi yang telah mengadopsi prinsip industri 4.0, mulai dari penggunaan smart sensors, sistem kontrol terintegrasi, hingga solusi manajemen data energi yang berkelanjutan. Diskusi intensif juga dilakukan terkait tantangan industri masa depan dan bagaimana kurikulum di tingkat universitas dapat beradaptasi guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan standar industri manufaktur modern.

Melalui sinergi ini, Program Studi TRE berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan, baik dalam hal pengembangan kurikulum berbasis industri, program praktisi mengajar, maupun potensi riset bersama di bidang otomasi. Langkah ini menjadi bukti nyata dedikasi Program Studi TRE dalam menjaga kualitas pengajaran agar selalu selaras dengan dinamika teknologi global, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami standar operasional yang berlaku di perusahaan kelas dunia seperti Schneider Electric.

Dengan terlaksananya kunjungan ini, diharapkan terwujud transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan progresif, yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing dan berkontribusi langsung dalam memajukan sektor industri manufaktur di Indonesia maupun di kancah internasional.
