
Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Dosen Prodi Teknologi Rekayasa Elektro Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi UGM (TRE DTEDI SV-UGM) yang diketuai oleh Ir. Maun Budiyanto, ST., MT., IPU dan dibantu oleh mahasiswa melakukan penelitian bertajuk “Analisis Instalasi Listrik Bangunan Field Research Center SV-UGM dengan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Guna Pemenuhan Sertifikat Laik Fungsi (SLF)”. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keselamatan dan efisiensi sistem kelistrikan bangunan kampus agar sesuai dengan prinsip keberlanjutan yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta tujuan nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada sistem instalasi listrik dan menilai tingkat risikonya berdasarkan aspek keparahan, kemungkinan kejadian, dan kemampuan deteksi. Melalui analisis ini, tim peneliti menemukan beberapa area instalasi yang memerlukan perbaikan, seperti peningkatan sistem pentanahan, penyeimbangan beban listrik, serta pengujian ulang proteksi arus lebih. Tindakan korektif tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi energi pada bangunan Field Research Center SV-UGM.

Selain bertujuan memenuhi standar Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sesuai ketentuan Permen PUPR No. 27 Tahun 2018, hasil penelitian ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung penerapan konsep Green Campus di lingkungan UGM. Efisiensi energi dan pengurangan risiko gangguan listrik berkontribusi terhadap penurunan pemborosan daya serta peningkatan keandalan infrastruktur kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, menunjukkan peran aktif dunia pendidikan dalam mendukung pencapaian SDGs melalui riset terapan di bidang teknik dan ketenagalistrikan. Pendekatan ilmiah berbasis FMEA tidak hanya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi contoh nyata penerapan teknologi rekayasa yang sejalan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan.