Seiring meningkatnya kebutuhan energi listrik di Pulau Bali akibat pertumbuhan sektor pariwisata dan populasi, urgensi akan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan menjadi semakin nyata. Ketergantungan Bali terhadap sistem interkoneksi SKLT Jawa–Bali, yang menyuplai sekitar 30% dari total daya mampu, memperlihatkan potensi kerentanan bila terjadi gangguan besar di jalur tersebut. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan penelitian bertajuk “Perencanaan Sistem Transmisi Pulau Bali Tahun 2025–2045 dengan Mempertimbangkan Rencana Pengembangan Pembangkit dan Analisis Sistem Tenaga Listrik.”
Penelitian ini berfokus pada penguatan infrastruktur energi dan mendukung pencapaian dua tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Penelitian ini menekankan pembangunan sistem transmisi yang tangguh dan efisien, dengan mempertimbangkan pengembangan pembangkit lokal, proyeksi pertumbuhan beban, dan integrasi energi terbarukan. Melalui analisis teknis menyeluruh yang mencakup load flow, kontingensi N-1, stabilitas tegangan, dan frekuensi, diperoleh rancangan jaringan transmisi yang tidak hanya andal tetapi juga adaptif terhadap perubahan kebutuhan energi di masa depan. Hasil ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur energi modern yang sejalan dengan semangat inovasi dalam SDG 9.
SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan Dari sisi keberlanjutan wilayah, penelitian ini turut mendukung SDG 11 melalui peningkatan keandalan sistem kelistrikan perkotaan. Pasokan listrik yang stabil menjadi fondasi utama bagi kehidupan sosial dan ekonomi di Bali yang padat aktivitas wisata dan industri. Simulasi menunjukkan bahwa rancangan sistem transmisi ini mampu menjaga stabilitas tegangan dan frekuensi dalam batas aman, bahkan saat terjadi gangguan, sehingga memastikan kontinuitas layanan listrik bagi masyarakat.
Lebih jauh, rancangan ini membuka peluang besar bagi integrasi energi terbarukan di masa depan, memperkuat kemandirian energi lokal, serta mendukung terwujudnya kota hijau yang resilien terhadap krisis energi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjawab kebutuhan teknis, tetapi juga menghadirkan solusi strategis menuju sistem energi nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Perencanaan sistem transmisi Pulau Bali menjadi langkah konkret dalam membangun infrastruktur energi yang tangguh dan mendukung visi Indonesia menuju masa depan energi hijau, selaras dengan SDG 9 dan SDG 11.
Oleh: Swangga Aditya Primandaru [21/478749/SV/19373]
Pembimbing: Ir. Candra Febri Nugraha, S.T., M.Eng.