YOGYAKARTA — Guna menjamin mutu pelayanan kesehatan yang optimal, dosen Prodi Teknologi Rekayasa Elektro Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informatika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Maun Budiyanto, S.T., M.T., IPU, merancang sistem instalasi kelistrikan berkonsep High-Reliability untuk Rumah Sakit ‘X’. Perancangan ini berfokus pada jaminan kontinuitas suplai serta kualitas daya listrik secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Langkah strategis tersebut diambil mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan vital yang memerlukan keandalan energi mutlak demi menyelamatkan jiwa manusia.
Sistem kelistrikan pada fasilitas kesehatan memiliki ambang batas toleransi kegagalan yang sangat rendah, terutama untuk menyokong peralatan medis primer di ruang perawatan intensif (ICU/NICU) dan ruang operasi. Dalam skema High-Reliability ini, diterapkan arsitektur jaringan terintegrasi yang melingkupi sistem redundansi pasokan daya multi-sumber, penyedia daya darurat Automatic Transfer Switch (ATS), serta unit Uninterruptible Power Supply (UPS) terdedikasi. Pendekatan ini secara langsung mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) karena menjamin pengalihan sumber listrik terjadi tanpa jeda (zero interruption), sehingga keselamatan jiwa pasien senantiasa terlindungi dari risiko kegagalan medis akibat mati listrik.
Selain kontinuitas pasokan, aspek kualitas daya (power quality) menjadi pilar kritis dalam perancangan infrastruktur kelistrikan ini guna mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Peralatan medis modern yang berbasis elektronika daya sangat rentan terhadap fenomena voltage sag, swell, maupun gangguan harmonisa. Melalui inovasi pemasangan filter harmonisa terpadu dan pengondisi tegangan, perancangan ini berhasil membangun infrastruktur fasilitas kesehatan yang tangguh (resilient infrastructure) serta mampu menjaga stabilitas gelombang listrik sesuai standar internasional.
Pengelolaan kualitas daya dan proteksi arus yang presisi ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 7 (Affordable and Clean Energy). Dengan meminimalkan gangguan harmonisa dan efisiensi konversi daya, sistem instalasi dapat menekan efisiensi rugi-rugi daya (power losses) pada jaringan listrik rumah sakit. Hal ini tidak hanya memperpanjang usia pakai perangkat medis yang berharga mahal, tetapi juga mendorong optimalisasi penggunaan energi listrik secara hemat, bijak, dan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.
Hasil perancangan infrastruktur berbasis High-Reliability oleh Ir. Maun Budiyanto, S.T., M.T., IPU ini diharapkan dapat menjadi acuan acuan standar baku bagi pembangunan maupun modernisasi sistem kelistrikan rumah sakit di Indonesia. Terobosan ini menegaskan komitmen akademisi UGM dalam mengintegrasikan riset teknik elektro dengan agenda global SDGs, membuktikan bahwa keandalan pasokan energi kelistrikan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan layanan kesehatan berstandar tinggi dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.