
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) membuka peluang untuk mengembangkan sistem pemantauan energi listrik yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan berbasis data aktual. Dalam penggunaan listrik prabayar, informasi konsumsi energi dan sisa saldo listrik menjadi penting bagi pengguna untuk memahami pola pemakaian listrik serta merencanakan pengisian token. Namun, pemantauan yang hanya mengandalkan pembacaan langsung pada meter listrik memiliki keterbatasan dari sisi aksesibilitas dan pencatatan data secara berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan prototipe sistem pemantauan konsumsi energi listrik berbasis IoT dengan mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor pengukuran energi, platform Blynk, dan Google Spreadsheet. Integrasi ini dirancang untuk menghubungkan proses pengukuran di sisi perangkat keras dengan penyajian informasi melalui aplikasi serta penyimpanan data untuk keperluan evaluasi. ESP32 berperan sebagai pusat kendali yang menghubungkan perangkat pengukuran dengan sistem pemantauan daring. Data konsumsi energi digunakan untuk memperbarui informasi pemakaian dan estimasi sisa energi listrik, sedangkan Blynk menyediakan antarmuka agar informasi tersebut dapat diakses melalui perangkat pengguna. Di sisi lain, Google Spreadsheet dimanfaatkan sebagai media pencatatan data pengukuran sehingga perubahan konsumsi energi dapat ditelusuri dan dianalisis selama periode pengujian. Penelitian ini dipimpin oleh Muhammad Rifqi Al Fauzan, S.Si., M.Si., Ph.D. dengan melibatkan dosen dan mahasiswa di lingkungan Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.
Pengujian sistem dilakukan pada instalasi listrik rumah tangga dengan menggunakan beberapa jenis beban, antara lain lampu, pompa air, dan solder listrik. Pengukuran tegangan dan arus dilakukan menggunakan instrumen pengukuran yang sesuai untuk masing-masing pengujian. Data yang diperoleh kemudian dicatat untuk mengevaluasi kinerja pemantauan dan membandingkan hasil pengukuran perangkat dengan nilai acuan dari meter listrik prabayar PLN. Penggunaan pencatatan data secara terstruktur menjadi bagian penting dalam proses validasi. Selain memberikan rekaman konsumsi energi, data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara pembacaan sistem yang dikembangkan dan meter PLN. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berfokus pada berfungsinya komunikasi IoT, tetapi juga pada konsistensi hasil pengukuran dan perhitungan energi yang digunakan untuk memperkirakan sisa saldo listrik.
Hasil pengembangan menunjukkan bahwa integrasi ESP32, sensor energi, Blynk, dan Google Spreadsheet dapat digunakan untuk membangun prototipe pemantauan konsumsi listrik secara daring. Sistem menyediakan sarana untuk menampilkan informasi pemakaian energi dan menyimpan data pengukuran yang dapat dianalisis lebih lanjut. Capaian ini menjadi dasar untuk pengembangan sistem pemantauan listrik prabayar yang lebih terintegrasi dan mendukung evaluasi berbasis data. Meskipun demikian, validasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk menilai ketelitian pengukuran, konsistensi estimasi sisa energi, keandalan komunikasi, dan kinerja sistem pada variasi beban serta durasi pemakaian yang lebih luas. Tahapan tersebut penting agar prototipe dapat dikembangkan menjadi sistem yang lebih andal dan sesuai dengan kebutuhan penerapan nyata.
Penelitian ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama dalam aspek pengembangan dan pengujian solusi teknologi berbasis IoT. Melalui integrasi perangkat keras, aplikasi pemantauan, dan pencatatan data, penelitian ini menunjukkan penerapan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan informasi konsumsi energi listrik pada tingkat rumah tangga.
Kontribusi penelitian terletak pada pengembangan prototipe yang menggabungkan pengukuran energi, komunikasi data, visualisasi informasi, dan evaluasi kinerja dalam satu sistem. Pendekatan tersebut juga menyediakan landasan untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penyempurnaan algoritma estimasi energi, peningkatan keandalan pencatatan data, serta evaluasi sistem notifikasi berdasarkan kondisi konsumsi listrik.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghasilkan prototipe pemantauan listrik, tetapi juga menyediakan dasar teknis untuk pengembangan inovasi digital di bidang pengukuran dan pengelolaan energi. Upaya ini sejalan dengan semangat SDG 9 dalam mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung infrastruktur yang lebih baik.