
Pada post sebelumnya, tim penelitian beranggotakan Restu Bramantya Pratomi dan Ir. Candra Febri Nugraha, S.T., M.Eng. telah melaporkan hasil mengembangkan model saluran transmisi skala laboratorium. Untuk itu, langkah berikutnya adalah memvalidasi akurasi model. Artikel ini menyajikan ringkasan pengujian jatuh tegangan untuk menunjukkan bahwa simulator laboratorium mampu merepresentasikan karakteristik saluran transmisi pada berbagai kondisi pembebanan.

Gambar 1. Konfigurasi hardware simulator di laboratorium
Pengujian Beban Seimbang
Beban divariasikan dari 25% hingga 100%, kemudian diukur tegangan pada ujung pengirim dan penerima. Hasil pengukuran jatuh tegangannya adalah sebagai berikut:
- Model DIgSILENT PowerFactory: 2,94 kV (0,020 p.u.)d. 11,95 kV (0,080 p.u.).
- Hardware simulator di laboratorium: 7,10 V (0,019 p.u.)d. 30,48 V (0,080 p.u.).
- Representasi per unit menunjukkan hasil yang sangat mendekati antara model simulasi dan hardware dengan rata-rata error sebesar 2,3%.

Gambar 2. Pengambilan data tegangan ujung saluran
Pengujian Beban Tidak Seimbang
Setiap fase diberi beban berbeda (antara 25%, 50%, 75%, dan 100%) untuk menyimulasikan kondisi tidak seimbang. Hasil pengukuran jatuh tegangannya adalah sebagai berikut:
- Model DIgSILENT PowerFactory: 1,47 kV (0,017 p.u.)d. 7,69 kV (0,089 p.u.).
- Hardware simulator di laboratorium: 4,00 V (0,018 p.u.)d. 17,90 V (0,082 p.u.).
- Representasi per unit menunjukkan hasil yang mendekati antara model simulasi dan hardware dengan rata-rata error sebesar 9,7%.
Simpulan
Simulator saluran transmisi skala laboratorium mampu mereplikasi karakteristik jatuh tegangan saluran transmisi nyata. Alat ini menyediakan media pembelajaran yang aman dan dan praktis bagi mahasiswa dan pengajar.