

Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, kembali membuktikan kompetensi dan kreativitasnya melalui Expo Capstone Project 2025 yang diselenggarakan pada 4 Desember 2025 di Joglo GIK. Pada kegiatan ini, tim mahasiswa angkatan 2023 yang terdiri dari Rizki Ardian Saputra, Syakira Nugraheni, Azka Nugroho Kencono, dan Stefhen, mempersembahkan karya inovatif berjudul “Rancang Bangun Inverter Satu Fasa Berbasis IC SPWM EGS002 dengan Metode Low Frequency.” Di bawah bimbingan Dr. Ir. Fahmizal, S.T., M.Sc., IPM, proyek ini menjadi salah satu karya yang menunjukkan bagaimana mahasiswa TRE mampu merancang solusi teknologi yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang energi dan inovasi.

Proyek inverter ini lahir dari meningkatnya kebutuhan akan sistem kelistrikan mandiri, terutama di daerah yang pasokan listriknya belum stabil. Inverter yang dirancang tim berfungsi sebagai perangkat yang mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC dengan karakteristik menyerupai listrik PLN, sehingga dapat digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi seperti baterai dan panel surya. Dengan demikian, proyek ini mendukung pencapaian SDGs Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penyediaan solusi konversi energi yang efisien, terjangkau, dan berkelanjutan. Perangkat ini mengimplementasikan modul SPWM EGS002 sebagai pengendali utama, konfigurasi H-Bridge sebagai penggerak daya, transformator step-up, serta rangkaian filter untuk menghasilkan gelombang sinusoidal yang lebih bersih. Tim juga melakukan perancangan casing elektronik dan mekanik serta ilustrasi 3D guna memastikan aspek keamanan, keandalan, dan kemudahan penggunaan.
Berdasarkan hasil pengujian, inverter mampu menghasilkan tegangan keluaran sebesar 216,5–220 V dengan frekuensi stabil 50 Hz, serta mampu menyalakan beban rumah tangga seperti lampu 220 V. Pengujian lanjutan menunjukkan bahwa inverter bekerja dengan baik saat digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik, termasuk yang mendukung fitur fast charging. Capaian ini menunjukkan bahwa inverter tidak hanya berhasil secara konsep, tetapi juga berfungsi secara nyata dengan performa yang mendekati standar perangkat komersial. Hal tersebut sejalan dengan SDGs Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi konversi daya yang aplikatif dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Pada expo, tim menyajikan prototype secara lengkap, mulai dari rangkaian elektronis, desain X-banner, poster, skema blok, hingga demonstrasi langsung alat kepada pengunjung. Presentasi yang ditampilkan memperlihatkan proses pengembangan yang komprehensif, mulai dari studi literatur, penentuan komponen, perancangan, implementasi, hingga evaluasi hasil. Kehadiran karya ini menunjukkan peran mahasiswa TRE dalam mendukung SDGs Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), terutama melalui kontribusi teknologi energi yang dapat diterapkan pada sistem kelistrikan mandiri di lingkungan masyarakat.
Keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknologi Rekayasa Elektro SV UGM siap menghadapi tantangan dunia industri, khususnya pada bidang konversi energi dan teknologi kelistrikan. Pengembangan inverter satu fasa ini juga berkontribusi pada upaya pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan, selaras dengan SDGs Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Expo Capstone Project 2025 pun menjadi ruang pembuktian bahwa karya mahasiswa bukan hanya tugas akademik, melainkan inovasi yang memiliki nilai guna, relevansi global, serta dampak berkelanjutan bagi masyarakat.