
Tim peneliti dari Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengembangkan sistem pelacak surya sumbu ganda (dual-axis solar tracker) yang mampu meningkatkan efisiensi penyerapan energi matahari secara signifikan. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Fitri Puspasari, M.Sc., selaku Ketua Peneliti, bersama tim dosen dan mahasiswa, ini berfokus pada analisis kinerja sensor Light Dependent Resistor (LDR) sebagai komponen utama dalam sistem pelacak surya berbasis mikrokontroler ESP32.
Menurut Fitri Puspasari, pengembangan sistem pelacak surya ini tidak hanya mendukung peningkatan efisiensi energi terbarukan, tetapi juga memperkuat kontribusi UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
- SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy)
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
“Riset ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan solusi teknologi sederhana dan murah yang bisa diimplementasikan di sektor energi terbarukan, sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa vokasi dalam menerapkan keilmuan teknik elektro dan IoT,” ujar Fitri.
Ke depan, tim peneliti berencana melakukan pengembangan lebih lanjut dengan menambahkan algoritma prediksi berbasis kecerdasan buatan (AI) agar sistem mampu menyesuaikan arah panel surya bahkan dalam kondisi cuaca mendung atau berawan. Penelitian ini merupakan bagian dari upaya Departemen Teknik Elektro dan Informatika SV UGM dalam mendorong riset-riset terapan berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian energi nasional.