
Pada bulan Oktober 2025, sebuah inisiatif pendidikan yang signifikan berlangsung di Yogyakarta, bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan di bidang teknik elektro. Inisiatif ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai hak dasar. Upaya yang terus dilakukan untuk meningkatkan pendidikan berkualitas harus tetap tangguh dan tidak terganggu, bahkan di tengah tantangan ekonomi.
Salah satu hambatan utama dalam menyediakan pendidikan berkualitas adalah ketergantungan pada peralatan yang mahal. Banyak lembaga pendidikan kesulitan untuk mendapatkan alat yang diperlukan untuk pembelajaran praktis, terutama di pendidikan tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, tim peneliti dari Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektro, yang dipimpin oleh Muhammad Arrofiq, telah mengembangkan solusi inovatif: pembangkit pulsa pemicu SCR yang sederhana, akurat, dan terjangkau. Tim yang terdiri dari Fitri Puspasari, Lukman Subekti, Sugeng Julianto, dan Izaaz Bayu Dyatmika ini berhasil menciptakan rangkaian sistem yang memanfaatkan komponen yang mudah diperoleh. Inti dari sistem ini adalah papan mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang umum digunakan, yang berfungsi sebagai pengendali utama. Desain ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga meningkatkan aksesibilitas bagi siswa dan lembaga pendidikan.

Pembangkit pulsa pemicu SCR ini dilengkapi dengan penampil digital 4 digit dan potensiometer multiturn, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur sudut picu yang diinginkan dengan akurat. Fitur ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena memberikan pengalaman langsung dengan aplikasi nyata dari konsep teknik elektro. Rangkaian ini dapat membangkitkan pulsa pemicu untuk SCR dalam sistem fase tunggal maupun tiga fase, menjadikannya serbaguna untuk berbagai aplikasi praktis. Prototipe ini telah berhasil diuji untuk mengendalikan konverter semikonduktor 1 fase dan 3 fase, dengan hasil yang memuaskan. Pencapaian ini menunjukkan potensi pembangkit pulsa pemicu SCR untuk berfungsi sebagai alat pendidikan yang andal. Dengan menggunakan komponen mikrokontroler yang umum, siswa dapat mengembangkan dan memodifikasi perangkat lunak lebih lanjut, mendorong kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran mereka.
Dengan menyediakan solusi yang terjangkau dan efektif untuk pembelajaran praktis, inisiatif ini mengatasi tantangan keterbatasan sumber daya di lembaga pendidikan. Ketersediaan peralatan semacam ini berarti bahwa jumlah fasilitas dan biaya pengadaan tidak lagi menjadi kendala bagi pelaksanaan sesi pelatihan praktis. Pengembangan ini merupakan langkah signifikan menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Proyek ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap pendidikan tetapi juga memberdayakan siswa untuk terlibat dalam pengalaman belajar langsung. Dengan membekali mereka dengan alat dan pengetahuan yang diperlukan, kita sedang membina generasi profesional terampil yang siap berkontribusi pada kemajuan teknologi bangsa. Komitmen terhadap pendidikan, bahkan di masa-masa ekonomi yang menantang, sangat penting untuk pengembangan tenaga kerja yang berpengetahuan dan mampu. Sebagai kesimpulan, proyek pembangkit pulsa pemicu SCR ini menunjukkan bagaimana solusi inovatif dapat mengatasi hambatan dalam pendidikan. Ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pendidik dan siswa dalam menciptakan peluang belajar yang dapat diakses. Saat kita melangkah ke depan, sangat penting untuk terus mendukung inisiatif yang mempromosikan pendidikan dan memberdayakan generasi mendatang.