
Satria Utama, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) angkatan 2022 dari Universitas Gadjah Mada, telah melaksanakan program Magang Industri di perusahaan multinasional Kenvue melalui pabrik manufaktur farmasinya PT Integrated Healthcare Indonesia. Selama periode magang empat bulan, mahasiswa ditempatkan di Departemen Engineering pada bagian Utility & Facility yang berfokus pada keandalan sistem utilitas pendukung produksi industri farmasi.
Selama magang industri di Kenvue, mahasiswa mempelajari berbagai aspek sistem utilitas pada fasilitas manufaktur, meliputi sistem distribusi energi listrik tegangan rendah dan menengah serta sistem HVAC yang terdiri dari Chiller, Boiler, Cooling Tower, dan Air Handling Unit (AHU). Mahasiswa juga mempelajari sistem pengolahan air industri, yaitu Water Treatment Plant (WTP) untuk mengolah air baku menjadi air bersih proses, Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cair sebelum dibuang agar memenuhi standar lingkungan, serta sistem Potable Water yang menghasilkan air layak konsumsi sesuai standar kesehatan. Selain itu, mahasiswa mengikuti kegiatan inspeksi dan pengukuran performa AHU, supervisi instalasi dan proses interkoneksi PLTS termasuk troubleshooting saat sistem mengalami gangguan, pengecekan harmonisa pada panel distribusi listrik, serta pengecekan keamanan komputer dan HMI mesin produksi dari potensi virus. Mahasiswa juga mengikuti kegiatan pemeliharaan triwulan fasilitas kelistrikan guna memastikan keandalan suplai energi listrik di area produksi.

Dalam kontribusi Project Improvement Engineering, mahasiswa mengembangkan dashboard monitoring energi listrik yang memantau parameter kelistrikan seperti tegangan, arus, daya, frekuensi, dan energi secara real-time menggunakan komunikasi Modbus TCP dan visualisasi Node-RED. Dashboard ini membantu tim Utility & Facility dalam analisis konsumsi energi dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan dashboard People Inside yang terintegrasi dengan sistem keamanan NFC Honeywell untuk memantau keluar-masuk personel di area perusahaan, sehingga memudahkan pendataan jumlah orang di dalam area pabrik saat kondisi darurat atau evakuasi.

Selama magang industri di perusahaan multinasional Kenvue, mahasiswa juga mempelajari standar industri farmasi seperti Good Manufacturing Practice (GMP) dan Good Documentation Practice (GDP). Selain itu, mahasiswa dikenalkan dengan budaya kerja industri manufaktur modern melalui konsep Kaizen (perbaikan berkelanjutan), Gemba (observasi langsung di lapangan), 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), serta metode Root Cause Analysis (RCA) dalam penyelesaian masalah engineering. Pemahaman terhadap standar dan budaya kerja tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya kualitas proses, keamanan produk, ketelitian dokumentasi, serta peningkatan berkelanjutan dalam industri farmasi modern.
Pengalaman magang industri ini juga selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 7 (Affordable and Clean Energy), poin 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan poin 12 (Responsible Consumption and Production). Pengembangan dashboard monitoring energi listrik dan keterlibatan dalam interkoneksi PLTS mendukung efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan industri. Selain itu, pemahaman terhadap sistem WTP, WWTP, dan potable water turut berkontribusi pada pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab sesuai SDGs poin 6 (Clean Water and Sanitation).
Pengalaman magang industri ini memberikan wawasan yang sangat berharga bagi Satria Utama dalam memahami penerapan ilmu kelistrikan pada sistem utilitas manufaktur farmasi. Selain meningkatkan keterampilan teknis di bidang distribusi listrik, monitoring energi, dan pemeliharaan fasilitas, interaksi langsung dengan profesional industri juga memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap standar industri global serta tantangan operasional di perusahaan manufaktur multinasional.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa berharap dapat menjadikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk pengembangan karier di bidang engineering industri, sekaligus menginspirasi mahasiswa TRE lainnya untuk berani mengambil peluang magang industri di sektor manufaktur teknologi tinggi. Mahasiswa juga berharap sinergi antara dunia akademik dan industri dapat terus terjalin guna mendukung inovasi dan kemajuan teknologi nasional.