Setelah dinyatakan lulus pada bulan Juli melalui yudisium, Naufal Nur Rafi, alumni Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) angkatan 2020, memulai perjalanannya di dunia kerja dengan mengirim lamaran ke berbagai perusahaan di bidang elektro, maintenance, dan management trainee. Usaha dan strategi yang matang membawa Naufal kini berhasil menduduki posisi sebagai Staff Ahli di Lion Air Group, sebuah posisi yang menempatkannya langsung di bawah arahan Director Safety, Security, and Quality (DS) maskapai Lion Air.
2024
Muhammad Hasbi Assiddiqi, alumni Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) angkatan 2019, kini menjalani karier profesionalnya di PT PLN UP2D NTB sebagai Technical Control (TC) RTU & Peripheral. Perjalanan kariernya memperlihatkan betapa ia mampu menerapkan pengetahuan yang diperolehnya selama masa perkuliahan dalam dunia kerja nyata.
PT PLN UP2D NTB, tempat Hasbi bekerja, adalah perusahaan yang bergerak di sektor kelistrikan nasional, yang memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan dan keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah NTB. Dalam perannya, Hasbi bertanggung jawab melakukan pemeliharaan dan pengaturan Remote Terminal Unit (RTU) pada perangkat recloser, Load Break Switch (LBS), Grounding House (GH), dan Gardu Induk (GI), memastikan semuanya terkoneksi dengan SCADA. Tugas ini menuntut ketelitian dan kecepatan dalam belajar untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perangkat dan sistem yang digunakan.
Tawaran Skripsi/Proyek Akhir (PA) diberikan kepada Mhs TRE21 untuk melakukan riset terapan dengan tema “Sistem Solar Tracker terintegrasi IoT”, yang akan dibimbing oleh ibu Dr. Fitri Puspasari, S.Si., M.Sc. dengan melibatkan tiga hingga lima mahasiswa.
Berikut tiga topik penelitian yang dapat dipilih oleh mahasiswa:
1. Implementasi Sensor Cahaya Berbasis LDR untuk Sistem Pelacakan Matahari,
Penelitian ini berfokus pada implementasi sensor cahaya berbasis Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi intensitas cahaya matahari pada sistem pelacakan matahari. Proyek ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi energi panel surya dengan memastikan orientasinya selalu tegak lurus terhadap sumber cahaya.
Dalam penelitiannya bapak Candra Febri Nugraha, S.T., M.Eng., membandingkan dua skenario pengisian daya kendaraan listrik (EV), yaitu Simultaneous Charging dan Coordinated Vehicle-to-Grid (V2G) Charging. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak masing-masing skenario terhadap kurva beban sistem kelistrikan dan keamanan operasi jaringan.
Pada skenario Simultaneous Charging, yang ditunjukkan oleh garis berwarna oranye, semua EV langsung mengisi daya hingga penuh sesaat setelah tiba. Hal ini menyebabkan lonjakan beban signifikan, terutama pada malam hari saat sebagian besar pemilik EV tiba di rumah. Puncak beban sistem tercatat mencapai 3.995,6 kW pada pukul 20:00, mendekati batas maksimum aliran daya sebesar 4.000 kW yang digambarkan oleh garis merah. Lonjakan beban ini menunjukkan bahwa pengisian daya simultan dapat membebani jaringan dan mengurangi keandalan sistem.
Acara Mangayubagyo Wisudawan/Wisudawati Periode I Tahun Akademik 2024/2025 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, berlangsung di Ballroom Gedung Teaching Industry Learning Center pada Rabu, 20 November 2024, pukul 13.00 WIB.
Dalam acara tersebut hadir Wakil Dekan Sekolah Vokasi UGM, Sekretaris Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Ketua Program Studi, serta orang tua para wisudawan. Acara berlangsung selama kurang lebih dua jam, dipenuhi dengan rasa syukur, haru, dan kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh peserta.
Rooftop PV adalah singkatan dari Rooftop Photovoltaic, yaitu sistem panel surya yang dipasang di atap bangunan untuk menghasilkan listrik dari energi matahari. Sistem ini menggunakan teknologi fotovoltaik yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Komponen utama dalam sistem Rooftop PV meliputi panel surya, inverter, mounting system, serta meter dan sistem monitoring. Panel surya berfungsi mengubah energi matahari menjadi listrik arus searah (DC), sementara inverter mengonversi arus tersebut menjadi listrik arus bolak-balik (AC) yang dapat digunakan oleh perangkat rumah tangga atau industri. Selain itu, sistem ini dapat dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan energi sehingga bisa digunakan saat malam hari atau ketika sinar matahari kurang mencukupi.
Potensi besar PLTS hybrid untuk meningkatkan efisiensi energi bersih di dunia, termasuk di Indonesia. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa semakin besar penyerapan energi dari sumber energi baru terbarukan (EBT), semakin ekonomis biaya penyediaan energi, menjawab tantangan energi berkelanjutan saat ini.
Untuk memenuhi kebutuhan suplai energi baseload, perencanaan ini membutuhkan kapasitas PLTS hingga 4 kali dari beban yang dibutuhkan, ditambah dengan sistem baterai (BESS) sebagai penyimpanan energi. Pendekatan ini menjamin pasokan listrik yang stabil, andal, dan terjangkau, bahkan pada wilayah yang sebelumnya terbatas akses listriknya.
Dalam penyediaan energi listrik pada suatu Kawasan, pasti memiliki berbagai macam tantangan, terutama pada Kawasan Wisata. Kulon Progo dengan segala daya tariknya, memiliki salah satu Kawasan bernama Bukit Cubung, yang merupakan Kawasan Wisata dan Resto. Bukit Cubung menghadapi tantangan dalam menyediakan penerangan yang berkualitas dan berkelanjutan dari segi aspek energi listriknya.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan beban penerangan yang terus berkembang, Tim dari prodi TRE yang diketuai oleh bapak Ahmad Adhiim M, S.T., M.Eng., melaksanakan perancangan, optimalisasi, dan pengawasan revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada pada kawasan tersebut. Peningkatan kebutuhan beban dari 440 Watt menjadi 580 Watt, dengan kebutuhan energinya yang meningkat dari 2000 Wh ke 3400 Wh, perlu direncanakan penyediaan energi yang berkelanjutan.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan komitmennya dalam transisi energi bersih melalui pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Tim peneliti yang diketuai oleh bapak Ir. Lukman Subekti, M.T., IPM dari Prodi TRE mengungkap bahwa sistem pembangkit tersebar ini mampu mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari grid PLN dan meningkatkan bauran energi terbarukan.
Untuk mencapai efisiensi maksimal, perencanaan ini melibatkan penambahan kapasitas PLTS sebesar 1.763,66 kWp, baterai 5 MW/20 MWh, dan PLTB 19,5 MW. Kombinasi ini memungkinkan biaya penyediaan energi yang lebih hemat, yaitu sebesar Rp 929/kWh, memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat. Proyek ini dilakukan dengan menggunakan software HOMER (High Order Method Modeling Environment) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk simulasi dan analisis dalam berbagai bidang teknik, terutama energi terbarukan, jaringan mikro, dan sistem energi hybrid. HOMER awalnya dikembangkan oleh National Renewable Energy Laboratory (NREL) di Amerika Serikat, dan sekarang dikelola oleh HOMER Energy by UL.
WINGS Internship Program is now officially open!
WINGS Group, Indonesia’s largest FMCG (Fast Moving Consumer Goods) company, proudly offers a dynamic internship program for active students! With over 50 brands such as SoKlin, Daia, Nuvo, Mie Sedaap, Top Coffee, and Floridina, we’re eager to welcome interns who want to gain real-world experience in a thriving industry.
You’ll acquire invaluable professional experience by engaging in real projects under the mentorship of qualified professionals. Additionally, we offer competitive monthly allowances and free lunch.