
Isu inefisiensi dalam proses produksi pada industri rumahan es puter di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana metode manual masih dominan. Proses pemecahan es balok dan pemutaran es puter yang memakan waktu hingga 2 jam serta bergantung pada tenaga manusia menjadi tantangan utama yang menghambat produktivitas dan menambah biaya operasional. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi alat pemecah es balok sekaligus pemutar es puter otomatis bernama Enu-Cenner (Enumerator and Ice Spinner).
Inovasi ini dikembangkan oleh tim yang terdiri dari Najmu Tsakib (Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat), Marshall Gibran Wisnujati (Teknik Mesin), Halim Kusuma Putra (Teknik Mesin), Amalisa Putri Defita (Agronomi), dan Endra Tegar Sejati (Teknologi Rekayasa Elektro). Tim ini bekerja di bawah bimbingan Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T., IPU, dosen Prodi TRE Sekolah Vokasi UGM.

Alat ini menggabungkan dua fungsi utama, yaitu sistem pemecah es balok (crusher) dan sistem pemutar es puter, dalam satu unit yang terintegrasi. Secara teknis, es balok dimasukkan ke dalam crusher dan dipecah menjadi bagian-bagian kecil, yang kemudian langsung dialirkan ke dalam wadah berisi tabung es puter. Proses pemutaran dilakukan dengan kecepatan yang dapat diatur melalui frequency inverter converter, sehingga hasil es puter lebih merata dan bertekstur lembut. “Alat ini juga dilengkapi dengan pengaman seperti MCB dan tombol darurat, sehingga aman digunakan oleh mitra,” jelas Endra Tegar Sejati.
Enu-Cenner lahir dari kolaborasi lintas disiplin dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan Iptek (PKM-PI). “Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi ini menunjukkan komitmen UGM untuk melahirkan inovasi yang aplikatif bagi masyarakat,” jelas Ma’un. Alat ini diujicobakan dan diterapkan pada mitra, Bapak Yono, pemilik Yono Es Puter dan Es Krim di Sleman. “Enu-Cenner hadir untuk menggantikan proses manual dengan sistem yang terintegrasi dalam satu alat,” ungkap Marshall Gibran Wisnujati. Dengan inovasi ini, proses produksi yang sebelumnya memakan waktu lama dan memerlukan biaya tambahan untuk tenaga kerja dapat dioptimalkan.
“Kami berharap alat ini tidak hanya membantu mitra, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh produsen es puter lainnya,” tambah Halim Kusuma Putra. Melalui inovasi ini, tim mahasiswa UGM berkomitmen untuk mendukung peningkatan produktivitas UMKM lokal, khususnya di sektor industri rumahan. “Enu-Cenner diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi para pelaku usaha es puter dalam menghadapi tantangan produksi,” pungkas Amalisa Putri Defita.
Kontributor : Tim PKM-PI Enu-Cenner
Penulis : Endra Tegar Sejati
Foto : Tim PKM-PI Enu-Cenner