
Yogyakarta, 9/30/2026 – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Elektro, Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi UGM, Wahyu Budi Muliawan (angkatan 2023), bersama Bimasakti Racing Team UGM meraih peringkat 5 overall kelas Combustion Vehicle (CV) di Formula Student Italy 2026. Kompetisi berlangsung pada 2–6 September 2026 di Autodromo Riccardo Paletti, Varano de’ Melegari, Italia. Capaian ini menjadi prestasi terbaik Bimasakti Racing Team di kompetisi Eropa.
Dalam tim, Wahyu berperan penting dalam pengembangan teknologi andalan mobil tahun ini, yaitu sistem propulsi hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran (combustion engine) dan motor listrik. Ia menjabat sebagai lead engineer divisi Hybrid Powertrain saat sistem ini pertama kali dibangun dan diintegrasikan ke mobil dan kemudian menjadi supervisor divisi ketika mobil tersebut dibawa berlomba. Sistem hybrid ini telah dikembangkan sejak dua tahun lalu. Formula Student Italy 2026 merupakan kompetisi kedua Wahyu di ajang ini.
Kompetisi Bertaraf Internasional

Formula Student Italy 2026 diikuti 53 tim dari 51 universitas, dengan sekitar 1.600 peserta dari 13 negara. Bimasakti Racing Team menjadi satu-satunya tim dari Indonesia sekaligus satu-satunya tim dari Asia di kompetisi ini.
Kompetisi ini diadakan oleh Society of Automotive Engineer dunia, dan untuk event di Italia tahun ini, diadakan oleh Associazione Tecnica dell’Automobile dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas para engineer dari perusahaan otomotif dan tim balap ternama dunia, antara lain Mercedes-AMG F1, Racing Bulls, Ferrari, Automobili Lamborghini, Maserati, Dallara, Bugatti Rimac, Toyota Gazoo Racing, Pininfarina, dan masih banyak lagi.
Rincian Prestasi
Pada dynamic event kelas CV, tim meraih:
- Peringkat 3 Efficiency
- Peringkat 4 Endurance
- Peringkat 4 Skidpad
- Peringkat 5 Autocross
- Peringkat 5 Acceleration
Pada static event, Bimasakti Racing Team meraih:
- Peringkat 2 Business Plan Presentation
- Peringkat 4 Engineering Design
- Peringkat 6 Cost and Manufacturing
Hasil ini melampaui capaian terbaik tim sebelumnya di Eropa dengan membawa mobil, yaitu peringkat 7 di Formula Student Netherlands 2022. Pada Formula Student Italy tahun lalu, tim meraih peringkat 2 overall di Class 3, kategori yang hanya melombakan static event.
Berinovasi di Tengah Keterbatasan

Wahyu menyebut tantangan terbesar pengembangan sistem hybrid ini adalah keterbatasan dukungan industri di Indonesia.
“Keterbatasan industri di Indonesia jadi tantangan besar bagi kami dalam proses riset, desain, hingga manufaktur, apalagi jika dibandingkan dengan tim-tim Eropa. Namun di tengah segala keterbatasan itu, kami tetap berhasil mengembangkan sistem hybrid ini dan membawanya bersaing di Eropa,” tutur Wahyu.
Menurutnya, capaian ini lahir dari keberanian tim untuk terus berinovasi demi performa yang lebih baik, sejalan dengan motto Bimasakti Racing Team, Keep Accelerating Forward. “Menjadi satu-satunya tim dari Indonesia dan Asia bukan halangan bagi kami. Justru itu mendorong kami untuk berani terus maju dan berprestasi,” ujarnya.
Wahyu juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang ia terima selama ini. “Terima kasih kepada dosen-dosen prodi dan teman-teman yang terus memberi dukungan, sehingga saya bisa terus semangat berkembang di Bimasakti dan berprestasi untuk UGM dan Indonesia,” pungkasnya.