
Risma Indah Putriani, mahasiswi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menyelesaikan kegiatan magang di PT Pertamina International Shipping (PIS). Dalam program tersebut, Risma ditempatkan di Direktorat Armada, tepatnya pada Fungsi Tanker & Offshore Project (TOP), yang berfokus pada perencanaan dan Pembangunan kapal tanker baru. Ia bergabung dalam tim Project Engineering Tanker dan mulai mengenal lebih dekat bagaimana sebuah kapal dirancang, dipersiapkan, hingga siap beroperasi.
Bagi Risma, pengalaman ini menjadi Langkah awal memasuki dunia industri maritim yang sebelumnya belum menjadi fokus utama studinya. Selama magang, ia mempelajari berbagai aspek dasar perkapalan, mulai dari desain konstruksi kapal hingga sistem tenaga listrik yang berperan penting dalam mendukung operasional kapal. Dari proses tersebut, ia memahami bahwa sistem kelistrikan bukan sekadar pendukung, melainkan bagian vital yang menentukan keandalan dan keselamatan pelayaran.
Risma mendalami sistem pembangkitan melalui auxiliary engine, main switchboard, hingga sistem instrumentasi dan proteksi kapal. Melalui pemahaman tersebut, mendukung Risma dalam melakukan penelitian berjudul “ Analisis Kapasitas Sistem Tenaga Listrik pada Kapal GAS Widuri Menggunakan Metode Load Analysis ”. Penelitian ini memiliki fokus dalam menganalisis kebutuhan daya generator dengan mempertimbangkan karakteristik beban kapal gas, khususnya kebutuhan treatment kargo yang memerlukan suplai daya andal dan berkelanjutan. Melalui analisis ini, Risma belajar memahami bagaimana perencanaan sistem tenaga harus disesuaikan dengan karakteristik operasional kapal.

Selain itu, Risma juga terlibat dalam studi komparasi antara kapal gas existing berkapasitas 23.000 CBM, yaitu GAS Walio dan GAS Widuri, dengan kapal generasi baru yang sedang dibangun, yaitu PIS GAS Rama. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan teknologi serta peningkatan performa pada kapal baru dibandingkan kapal sebelumnya. Hasil kajian tersebut menjadi referensi internal bagi fungsi Tanker & Offshore Project (TOP) dalam mendukung proses penawaran kapal kepada calon penyewa (charterer).

Tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis, Risma juga membantu beberapa aktivitas administrasi perkapalan. Ia pun berkesempatan mengikuti Audit Safety Management Certificate (SMC) pada kapal GAS Arjuna di Pulau Sambu, Batam. Dari pengalaman lapangan tersebut, ia dapat melihat langsung sistem tenaga listrik kapal yang beroperasi, memahami prosedur treatment kargo, serta mempelajari aspek keselamatan yang menjadi prioritas utama dalam industri pelayaran energi.
Melalui pengalaman tersebut, magang ini menjadi langkah awal yang bermakna bagi Risma dalam memahami industri maritim. Tidak hanya memperluas wawasan teknis di bidang sistem tenaga listrik, pengalaman ini juga membuka perspektif baru mengenai bagaimana aspek teknik, keselamatan, dan kebutuhan bisnis terintegrasi dalam pembangunan dan pengoperasian kapal. Pengalaman ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi perjalanan profesionalnya di industri energi dan maritim di masa mendatang.