Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Tim mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) UGM yang dikenal sebagai Arunika Berdaya berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Astra Honda SDGs Future Leaders 2025, sebuah kompetisi proyek sosial berskala nasional yang diinisiasi dan didanai oleh Yayasan Astra Honda Motor (YAHM).
Tim Arunika Berdaya beranggotakan enam mahasiswa, yakni Maulana Zakky Rosyidi, Wildy Zhalifunnas, Muhammad Irfan Arif, Rafi Mu’afa Hadi, Bintang Damar Pratama, dan Fatrian Ramadhani MB, mengusung proyek sosial bertema aksi konservasi demi keberlanjutan energi dan air. Proyek tersebut dilaksanakan di Pantai Kayu Arum, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan bimbingan bapak Ir. Candra Febri Nugraha, S.T., M.Eng.

Astra Honda SDGs Future Leaders merupakan program kompetisi proyek sosial yang bertujuan mencetak generasi muda sebagai agen perubahan melalui solusi nyata yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam proyeknya, Tim Arunika Berdaya menyoroti kondisi ekonomi masyarakat pesisir Pantai Kayu Arum yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, meskipun wilayah tersebut memiliki potensi pariwisata dan kekayaan alam yang sangat menjanjikan. Keterbatasan akses energi dan air bersih menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan kawasan serta peningkatan kesejahteraan warga setempat.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Arunika Berdaya menghadirkan solusi berbasis teknologi energi terbarukan melalui pembangunan 15 unit lampu jalan tenaga surya, instalasi panel surya beserta sistem distribusi listrik, serta penerapan pompa air bertenaga surya. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat dan pariwisata secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.

Ketua Tim Arunika Berdaya, Maulana Zakky Rosyidi, menyampaikan bahwa proyek yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada dampak sosial jangka panjang. “Kami ingin teknologi yang kami rancang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, mendorong kemandirian energi, serta membuka peluang peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa UGM, khususnya dari Prodi Teknologi Rekayasa Elektro, dalam mengintegrasikan keilmuan teknik dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Prestasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui inovasi yang berkelanjutan.