
Semarang, 17 Oktober 2025 – Dalam langkah memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri ketenagalistrikan, perwakilan Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Ir. Ahmad Adhiim Muthahhari, S.T., M.Eng. dan Ir. Candra Febri Nugraha, S.T., M.Eng. melaksanakan kegiatan benchmarking dan kunjungan industri ke PT PLN Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Semarang. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro, DTEDI SV UGM untuk menyelaraskan sistem pembelajaran berbasis praktik dengan dinamika kebutuhan tenaga kerja sektor energi.
PLN UPDL Semarang merupakan salah satu unit pelatihan resmi milik PT PLN (Persero) yang berfokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang transmisi tenaga listrik dan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Lembaga ini memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan teknis bagi pegawai PLN maupun mitra kerja, khususnya dalam bidang operasi, pemeliharaan, dan keselamatan kerja ketenagalistrikan. Cakupan pekerjaan baik dari pekerjaan dalam keadaan bertegangan, hingga operasi dan pemeliharaan saluran udara tegangan tinggi dan ekstra tinggi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan diskusi bersama manajemen dan tenaga pengajar PLN UPDL Semarang, yang dihadiri oleh Manager PT PLN UPDL Semarang, Bidang Pengajaran, dan Tim Laboratorium. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas berbagai aspek penting, seperti strategi pengembangan kompetensi teknis, struktur kurikulum pelatihan PLN, serta peluang integrasi kegiatan akademik dengan dunia industri.

Diskusi juga menyoroti sejumlah peluang kerja sama strategis, mencakup program magang mahasiswa, kunjungan industri bagi mahasiswa dan dosen, penelitian terapan bersama di bidang ketenagalistrikan, serta kegiatan dosen tamu pengajar yang menghadirkan praktisi dari PLN untuk berbagi pengalaman langsung di lingkungan akademik. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, memperkuat relevansi kurikulum vokasi, serta memperluas ruang sinergi antara pembelajaran teori dan praktik lapangan.
Pada kesempatan berikutnya, perwakilan Prodi Teknologi Rekayasa Elektro berkesempatan menyaksikan demonstrasi langsung pelatihan PDKB untuk jaringan distribusi saluran udara tegangan menengah (SUTM). PDKB merupakan kegiatan pemeliharaan jaringan listrik tanpa harus mematikan aliran listrik. Dalam demonstrasi tersebut, dijelaskan berbagai aspek teknis terkait prosedur kerja aman, penggunaan peralatan khusus, serta penerapan standar keselamatan internasional yang diadopsi oleh PLN. Kegiatan ini memberikan wawasan penting mengenai keterampilan praktis dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja dalam industri ketenagalistrikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas pelatihan di lingkungan PT PLN UPDL Semarang, meliputi Laboratorium Pengujian Alat Pelindung Diri (APD), Laboratorium Simulator Gardu Induk (GI), serta Laboratorium Digital Simulator Sistem Kelistrikan. Ketiga laboratorium tersebut berperan penting dalam pengembangan kompetensi teknisi PLN melalui pendekatan pelatihan berbasis simulasi dan praktik langsung. Dalam kunjungan ini, perwakilan program studi mendapat penjelasan terkait metodologi pelatihan, perangkat simulasi digital, serta sistem evaluasi kompetensi yang diterapkan bagi peserta pelatihan.

Kunjungan ini juga menjadi sarana refleksi bagi dosen untuk meninjau relevansi kurikulum dan kegiatan pembelajaran di Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro. Banyak best practices dari PT PLN UPDL Semarang yang dapat diadaptasi, khususnya dalam hal penerapan sistem pelatihan berbasis kompetensi (competency-based training) dan integrasi aspek keselamatan kerja (K3) sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam pembaruan kurikulum, penyusunan modul laboratorium, serta peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa.


Melalui kegiatan benchmarking dan kunjungan industri ini, Prodi Teknologi Rekayasa Elektro DTEDI SV UGM berkomitmen untuk menjadi jembatan yang kokoh antara akademik dan praktik industri. Diharapkan ke depannya sinergi ini akan membentuk kolaborasi yang kuat, baik dalam penyediaan pembelajaran mahasiswa melalui magang dan praktik industri, serta riset kolaborasi meningkatkan kemampuan teknis dari kedua belah pihak.