
Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MBKM) di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (UID Jateng & DIY) menjadi ruang belajar sekaligus kontribusi bagi mahasiswa dalam mendukung pengembangan sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Selama periode magang, mahasiswa ditempatkan pada Bidang Perencanaan yang memiliki peran strategis dalam merumuskan kebutuhan dan arah pengembangan sistem kelistrikan sesuai dinamika pelanggan dan infrastruktur di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Tiga mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang ini adalah Muhamad Hanif Rahman Aziz, Rangga Ivan Nugraha, dan Da’i Sabilly Wahyu Kusumo.
Di UID Jateng & DIY, pelayanan kelistrikan mencakup pelanggan rumah tangga 220 V hingga pelanggan industri tegangan menengah 20 kV. Untuk menjaga keandalan dan kualitas pelayanan, organisasi UID Jateng & DIY menjalankan fungsi lintas bidang mulai dari Perencanaan, Distribusi, Niaga dan Manajemen Pelanggan, Keuangan, hingga Komunikasi dan Umum yang saling berkesinambungan.

Sebagai penempatan utama magang, Bidang Perencanaan terbagi menjadi tiga subbidang: Perencanaan Pengusahaan, Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan, serta Independent Power Producer (IPP) & Excess Power. Mahasiswa terlibat dalam pengolahan data teknis, analisis kebutuhan jaringan, penyusunan dokumen perencanaan, hingga pembelajaran proses evaluasi sistem distribusi dan mekanisme koordinasi antar bagiannya.
Fokus Transisi Energi di Kepulauan Karimunjawa
Pada Subbidang Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan (RENSIS), mahasiswa terlibat dalam kajian percepatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Kepulauan Karimunjawa, khususnya Pulau Parang, Pulau Genting, dan Pulau Nyamuk. Kajian diarahkan pada transisi sistem hybrid PLTD–PLTS menjadi PLTS terintegrasi baterai sebagai sumber utama, sementara PLTD difungsikan sebagai cadangan (backup).

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pemetaan kondisi eksisting, perencanaan penambahan modul surya dan Battery Energy Storage System (BESS) agar pasokan malam hari dapat dipenuhi dari baterai, serta pengujian kualitas kelistrikan melalui simulasi menggunakan PowerFactory DigSILENT sebelum implementasi lapangan.

Rencana pengembangan pada tiga pulau tersebut juga dituangkan dalam spesifikasi kapasitas yang lebih terukur. Untuk Pulau Parang, direncanakan penambahan PLTS sebesar 260 kWp dengan baterai 1,04 MWh. Pulau Genting direncanakan penambahan PLTS 65 kWp dengan baterai 261 kWh, sedangkan Pulau Nyamuk direncanakan penambahan PLTS 130 kWp dengan baterai 522 kWh. Seluruh skenario diuji melalui studi loadflow serta simulasi peralihan operasi dari manuver PLTD menuju sistem full PLTS–baterai menggunakan DigSILENT PowerFactory. Hasil simulasi menunjukkan performa yang mumpuni dari sisi tegangan dan kualitas daya sesuai ketentuan SPLN No. 72 Tahun 1987, serta frekuensi yang sesuai dengan Permen ESDM No. 04 Tahun 2009.
Pengkajian Drop Tegangan untuk Pelanggan Industri
Selain proyek EBT kepulauan, mahasiswa juga mengikuti kegiatan survei dan pengkajian perbaikan drop tegangan pada pelanggan industri tegangan menengah 20 kV. Kajian dilakukan menindaklanjuti laporan terkait penurunan performa produksi pada salah satu pelanggan industri. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan penurunan tegangan yang dipengaruhi jarak pasokan dan karakteristik beban motor yang dominan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan perbandingan beberapa alternatif solusi mulai dari pemasangan capacitor bank, kombinasi dengan baterai, hingga opsi pengembangan pembangkit terdistribusi berbasis energi terbarukan dengan evaluasi parameter tegangan ujung penyulang, rugi daya, rugi energi, serta biaya kerugian energi.
Dari hasil evaluasi, alternatif perbaikan terbaik adalah pemasangan instalasi lima sistem PLTS dengan tiap PLTS berkapasitas 1,3 Wp yang dikombinasikan dengan capacitor bank sebesar 3 MVar. Opsi ini memberikan kinerja terbaik dari sisi finansial dan penurunan rugi energi, dengan energy losses terendah sebesar 421 MWh/bulan serta biaya kerugian energi paling kecil, yaitu sekitar Rp435.000.000 per bulan.
Desain Gardu Induk Mobile
Dalam lingkup kesiapan operasi sistem, mahasiswa turut mendukung perancangan gardu induk (GI) mobile sebagai solusi sementara sebelum beroperasinya GI baru. Desain disusun menggunakan perangkat lunak pemodelan 3D dengan software sketchup untuk memvisualisasikan integrasi komponen utama sistem GI mobile.
Sebagai penunjang kebutuhan suplai pada kawasan industri di Jawa Tengah dan DIY, rancangan GI mobile disiapkan dengan kapasitas 30 MVA. Kapasitas ini diproyeksikan mampu membantu menjaga kecukupan daya, memperkuat keandalan pasokan selama masa transisi pengoperasian infrastruktur permanen, serta memberikan fleksibilitas penyaluran daya ke titik-titik pertumbuhan beban industri.

Simulasi Manuver Jaringan Jawa tengah Dan DIY
Pada sisi operasional jaringan, kegiatan magang juga mencakup simulasi manuver jaringan untuk skenario N-1 transformator. Simulasi memperhitungkan batas pembebanan trafo dan kemampuan saluran, serta memprioritaskan pelanggan VIP dan industri. Hasil simulasi menjadi masukan untuk optimalisasi konfigurasi jaringan dan peningkatan fleksibilitas manuver.

Hasil manuver jaringan tersebut selanjutnya didokumentasikan sebagai bahan evaluasi dan pengkajian usulan peningkatan infrastruktur kelistrikan di wilayah Jawa Tengah dan DIY, termasuk rekomendasi penguatan kapasitas trafo, rekonfigurasi penyulang, maupun kebutuhan penambahan fasilitas gardu dan peralatan proteksi agar sistem lebih tangguh menghadapi skenario gangguan (N-1) dan pertumbuhan beban.
