Arsip:
Penelitian Senin, 27 Oktober 2025
Berita Proyek AkhirPenelitian Kamis, 16 Oktober 2025
Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, khususnya di sektor pelayanan publik seperti rumah sakit, mendorong urgensi penerapan solusi energi yang bersih, andal, dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadi semakin relevan di wilayah calon Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, mengingat IKN dirancang sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 dan ke-9.
Penelitian ini berfokus pada perancangan sistem PLTS on-grid sebagai sumber penerangan berkelanjutan di Rumah Sakit Abdi Waluyo Nusantara yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara. Sistem ini menggunakan 144 panel surya berkapasitas 720 Wp yang disusun dalam 8 string dan terhubung ke 2 inverter, dengan total kapasitas terpasang mencapai 103,68 kWp. Panel-panel dipasang dengan sudut kemiringan 10Β° dan menghadap utara (azimuth 0Β°), mengikuti kondisi geografis setempat.
Perancangan sistem juga mencakup analisis performa yang mempertimbangkan pengaruh bayangan (shading) dari objek-objek di sekitar lokasi pemasangan. Model tiga dimensi (3D shading) disusun untuk merepresentasikan kondisi aktual lingkungan rumah sakit secara realistis. Melalui simulasi menggunakan perangkat lunak PVsyst, diperoleh hasil bahwa sistem PLTS mampu menghasilkan energi bersih sebesar 157.903 kWh per tahun dengan performance ratio (PR) mencapai 83%, mencerminkan efisiensi sistem yang tinggi. Energi listrik yang dihasilkan mampu menyuplai penerangan sekitar 62,51% dengan asumsi beroperasi 12 jam di malam hari. Selain itu, sistem ini juga diperkirakan mampu mengurangi emisi gas karbon dioksida (COβ) sebesar 176,85 ton per tahun.
Penerapan PLTS ini menjadi bukti nyata bahwa solusi teknologi tepat guna dapat diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan publik sekaligus mendukung arah kebijakan nasional menuju energi hijau. Proyek ini menunjukkan penguasaan teknis dalam perancangan energi terbarukan serta kontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan di kawasan strategis seperti IKN.
Oleh: Deffa Ghifara [21/473102/SV/18807]
Pembimbing: Ahmad Adhiim Muthahhari, S.T., M.Eng.
Berita Proyek AkhirPenelitian Kamis, 16 Oktober 2025
Inovasi teknologi di bidang wahana udara tanpa awak (UAV) kembali hadir dari lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Elektro telah berhasil merancang dan menguji motor listrik jenis axial flux tanpa inti besi (coreless) dengan dua konfigurasi rotor: tunggal dan ganda. Motor ini didesain khusus untuk kebutuhan UAV dengan fokus pada efisiensi daya, bobot ringan, serta performa tinggi dalam menghasilkan gaya dorong.
Pengembangan motor axial flux coreless ini merupakan bagian dari proyek akhir pada program studi Teknologi Rekayasa Elektro, dan menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Motor ini dirancang dengan konfigurasi stator 9 slot dan rotor 12 magnet permanen. Proses pembuatan dilakukan secara manual, sementara pengujian dilakukan melalui metode ground test untuk mengukur parameter performa seperti kecepatan putar (RPM), konsumsi arus, daya listrik, gaya dorong (thrust), dan efisiensi.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa konfigurasi rotor ganda yang dipasangkan dengan propeller 14Γ7 mampu menghasilkan gaya dorong maksimal 2928 gram dengan efisiensi tertinggi 85%. Konfigurasi ini dinilai cocok untuk sistem UAV dengan all up weight (AUW) 2β3 kg. Desain tanpa inti besi (coreless) mampu mengurangi rugi-rugi daya akibat arus eddy dan panas berlebih. Hal ini mendukung upaya efisiensi energi dan pengembangan motor listrik yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan desain coreless juga menghilangkan cogging torque, menjadikan motor lebih stabil pada kecepatan rendah β penting saat UAV bermanuver dan terbang jelajah.
Pengembangan ini tidak hanya memperkuat kapasitas riset kampus dalam bidang rekayasa elektro dan teknologi UAV, tetapi juga menjadi kontribusi terhadap pengembangan teknologi lokal yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi ini menjadi langkah awal menuju kemandirian teknologi propulsi UAV berbasis energi bersih, sejalan dengan arah pembangunan teknologi nasional yang ramah lingkungan.
Oleh: Teguh Suprayogi [21/478550/SV/19339]
Pembimbing: Ir. Lukman Subekti, M.T., IPM
Berita Proyek AkhirPenelitian Kamis, 16 Oktober 2025
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan telah menghadirkan solusi baru dalam berbagai sektor, termasuk energi. Penerapan metode AI kini mulai difokuskan pada efisiensi sistem distribusi tenaga listrik sebagai respons terhadap meningkatnya konsumsi energi nasional. Pertumbuhan industri, urbanisasi, dan digitalisasi mendorong sistem distribusi listrik bekerja dalam kondisi yang semakin dinamis sehingga menuntut keandalan dan adaptivitas yang tinggi.
Salah satu tantangan besar dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan yaitu penurunan tegangan yang terjadi antara sumber dan beban. Kondisi ini dapat menurunkan efisiensi energi, merusak peralatan, serta memicu gangguan operasional pada instalasi yang sensitif seperti fasilitas komersial, industri, dan pelayanan publik. Karena itu, diperlukan pendekatan prediktif berbasis data yang mampu memberikan estimasi akurat terhadap kondisi sistem agar pengambilan keputusan teknis dapat dilakukan secara tepat waktu.
Model kecerdasan buatan berbasis Jaringan Saraf Tiruan (JST) dikembangkan menggunakan algoritma backpropagation untuk memprediksi jatuh tegangan pada sistem distribusi tenaga listrik. Input model mencakup parameter teknis seperti tegangan, arus, panjang dan diameter kabel, hambatan jenis, reaktansi, serta faktor daya. Proses pelatihan dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak MATLAB R2024b.
Hasil pengujian menunjukkan akurasi tinggi, tercermin dari nilai Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Mean Absolute Error (MAE) yang mendekati 0. Selain itu, nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1,887% pada data uji menunjukkan kesalahan yang relatif kecil. Kemampuan model dalam mengenali pola kompleks antar variabel input dan menyesuaikan terhadap variasi kondisi sistem membuktikan efektivitas algoritma ini sebagai alat bantu analisis prediktif.
Pengembangan sistem prediksi ini memberikan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7 yaitu energi bersih dan terjangkau yang menekankan pentingnya akses terhadap energi yang andal, berkelanjutan, dan efisien. Penerapan metode ini juga mendukung SDG 9 yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur melalui optimalisasi sistem infrastruktur energi berbasis teknologi digital.
Oleh: Putra Muhammad Rizki Agung [21/474837/SV/19048]
Pembimbing: Ir. Maβun Budiyanto, S.T., M.T., IPU
Berita Proyek AkhirPenelitian Kamis, 16 Oktober 2025
Mahasiswa program studi Teknik Elektro telah berhasil merancang dan membangun simulator sistem distribusi tenaga listrik skala laboratorium yang interaktif dan aplikatif. Alat ini dirancang untuk membantu visualisasi berbagai fenomena teknis dalam sistem distribusi tenaga listrik, seperti drop tegangan, rugi daya, dan ketidakseimbangan beban, yang selama ini sulit dipahami hanya melalui pendekatan teoritis di ruang kelas.
Pengembangan simulator diawali dengan simulasi sistem distribusi menggunakan perangkat lunak ETAP, untuk memperoleh nilai resistansi dan reaktansi saluran berdasarkan jaringan distribusi nyata. Komponen utama dalam simulator, seperti resistor dan induktor, dipilih berdasarkan hasil simulasi tersebut dengan pendekatan scaled-down model. Validasi terhadap karakteristik teknis dilakukan menggunakan LTspice, untuk memastikan hasil simulasi dan eksperimen memiliki konsistensi pola, khususnya dalam pengaruh variasi beban terhadap tegangan keluaran.
Simulator diuji dengan berbagai variasi konfigurasi beban dan panjang saluran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa simulator mampu merepresentasikan karakteristik sistem distribusi, terutama dalam pola penurunan tegangan satuan p.u. Drop tegangan tertinggi tercatat pada variasi dua saluran yang disambung seri (panjang jaringan bertambah), sementara yang terendah pada beban resistif murni. Temuan ini membuktikan bahwa simulator mampu mendemonstrasikan pengaruh nilai, jenis, dan konfigurasi beban secara langsung.
Inovasi ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Terkhusus pada bagian yang mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan alat bantu pembelajaran berbasis praktik dan eksperimen langsung di bidang ketenagalistrikan. Simulator juga berkontribusi terhadap SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dengan memperkuat pemahaman tentang efisiensi dan kualitas distribusi energi. Proyek ini juga mencerminkan implementasi dari SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) karena mempromosikan inovasi teknologi dalam dunia pendidikan teknik serta mendorong integrasi antara teori, simulasi digital, dan aplikasi nyata di laboratorium.
Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan praktis dalam menganalisis dan menangani fenomena distribusi tenaga listrik. Simulator ini diharapkan dapat menjadi media edukasi berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri dan pendidikan tinggi di era transisi energi dan teknologi digital saat ini.
Oleh: Indra Putra Alifianto [21/474779/SV/19034]
Pembimbing: Ir. Ahmad Adhiim Muthahhari, S.T., M.Eng.
Berita Proyek AkhirPenelitian Minggu, 12 Oktober 2025
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan ancaman perubahan iklim global, energi surya menjadi pilihan strategis menuju sistem energi yang bersih dan berkelanjutan. Indonesia, dengan potensi matahari yang melimpah, masih menghadapi kendala efisiensi pelacak surya karena sistem berbasis sensor cahaya seperti Light Dependent Resistor (LDR) kurang akurat saat cuaca mendung atau tertutup bayangan, sehingga menurunkan efisiensi daya secara signifikan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan pendekatan baru berbasis kecerdasan buatan yang memanfaatkan algoritma Light Gradient Boosting Machine (LightGBM). Model ini dilatih menggunakan data lingkungan seperti intensitas cahaya, suhu, kelembapan, dan posisi panel untuk memprediksi sudut optimal secara real-time. Kinerjanya dioptimalkan dengan metode Particle Swarm Optimization (PSO), menghasilkan peningkatan efisiensi daya hingga 16,2% dan menurunkan kesalahan pelacakan hampir 38%. Bahkan dalam kondisi kelembapan tinggi, sistem tetap mampu menjaga stabilitas output energi.
Inovasi ini menunjukkan bagaimana integrasi teknologi cerdas dapat mempercepat transisi menuju energi bersih dan mendukung tujuan lingkungan jangka panjang.
Oleh: Jeremy Hanswilly Bungaran Pakapahan [21/477624/SV/19201]
Pembimbing: Dr. Fitri Puspasari, S.Si., M.Sc.