
Dua mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) angkatan 2022 Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Satria Utama dan Arief Indra Kusuma, telah berhasil menginstalasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid di Masjid Pondok Pesantren Nurul Huda, Dusun Serbajadi 2, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2025 “Bertajuk Natarian”, yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT PLN Nusantara Power UP Tarahan, Lampung.
Kerja sama ini tidak hanya memberikan dukungan dari sisi teknis maupun material, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri energi dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat. Dengan adanya dukungan tersebut, mahasiswa dapat merealisasikan instalasi sistem PLTS yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi listrik masjid sekaligus memperkenalkan teknologi ramah lingkungan kepada lingkungan pesantren. Lebih dari itu, program ini tidak hanya hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pemanfaatan energi listrik yang efisien, terj angkau, dan ramah lingkungan.

Sistem PLTS yang dipasang memiliki kapasitas maksimal 1,3 kWp dan menggunakan inverter PowMr 1,6 kW yang telah dilengkapi solar charge controller (SCC) internal. Sistem ini bekerja dalam skema hybrid off-grid, di mana ketika listrik PLN menyala, inverter akan membypass suplai dari PLN langsung ke beban, sementara panel surya tetap digunakan untuk mengisi baterai. Ketika listrik PLN padam, inverter akan secara otomatis beralih dan menyuplai beban sepenuhnya dari energi PLTS dan baterai. Baterai yang digunakan berkapasitas 200 Ah dan telah dilengkapi dengan Battery Management System (BMS). BMS ini berfungsi untuk memberikan proteksi dasar terhadap baterai, seperti mencegah overcharge, over-discharge, dan korsleting, serta menjaga kestabilan tegangan antar sel. Karena sistem ini bersifat hybrid off-grid dan tidak terhubung langsung ke jaringan PLN, maka aman digunakan tanpa risiko aliran balik ke jaringan serta tidak akan melanggar peraturan PLN yang dapat dikenai sanksi atau denda.
Satria Utama menyampaikan harapannya agar instalasi PLTS yang telah dilakukan tidak berhenti hanya pada tahap percontohan semata, tetapi bisa memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.


“Harapan kami, sistem PLTS ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal energi terbarukan dan mulai memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pesantren dan fasilitas publik lainnya,” ungkapnya.
Seluruh proses instalasi mulai dari survei teknis, pemasangan panel, konfigurasi inverter, hingga pengujian sistem dilakukan langsung oleh kedua mahasiswa TRE tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penerapan ilmu keteknikan secara nyata, tetapi juga menggambarkan keunggulan pendidikan vokasi khususnya pada Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Elektro (TRE) UGM yang menekankan pada praktik lapangan dan keterampilan teknis. Melalui pengalaman langsung seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan energi di masyarakat.
Sungguh karya yang bagus dan bermanfaat dari bang Arief dan bang Satria